Tomohon,– Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., mengingatkan para kepala satuan pendidikan agar berhati-hati dalam mengelola anggaran serta memastikan setiap tahapan program revitalisasi dilaksanakan sesuai ketentuan.
Pesan tersebut disampaikan Caroll saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlangsung di Grand Master Resort Tomohon, Jumat (11/9/2026).
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah melalui pemberian anggaran harus diimbangi dengan kesiapan, pemahaman, dan tanggung jawab dari setiap penerima program.
“Bapak dan Ibu harus siap menerima dana atau anggaran yang dipercayakan. Karena semuanya harus dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Senduk.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti Bimtek secara serius agar memahami prosedur pelaksanaan kegiatan, termasuk mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran. Menurutnya, pemahaman yang baik sangat diperlukan untuk menghindari kekeliruan dalam pelaksanaan program.
“Bimtek ini harus diikuti dengan baik. Barangkali masih ada yang belum memahami bagaimana melaksanakan kegiatan atau pekerjaan ini. Jangan sampai salah melangkah,” tegasnya.
Caroll juga mengingatkan bahwa penggunaan anggaran yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan persoalan hukum. Karena itu, setiap kepala satuan pendidikan diminta menjalankan program secara transparan, tertib, dan sesuai peruntukannya, dengan memperhatikan pendampingan dari pihak kejaksaan.
Selain pengelolaan keuangan, ia menyoroti pentingnya keakuratan data kebutuhan sekolah yang dimasukkan ke dalam sistem. Data tersebut harus mencerminkan kondisi faktual di lapangan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Bagi yang datanya belum benar, harus dibetulkan. Jangan yang ringan dibuat berat atau yang berat dibuat ringan. Masukkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, apa yang memang betul-betul dibutuhkan di sekolah,” kata Caroll.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan swasta untuk memperoleh dukungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Oleh sebab itu, para peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengusulkan kebutuhan prioritas yang benar-benar diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menu-menu yang boleh diinput dalam sistem harus dimanfaatkan dengan baik karena itu merupakan kebutuhan sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Caroll berharap program revitalisasi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Tomohon semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menyebutkan, pada pelaksanaan saat ini terdapat kurang lebih 14 sekolah yang memperoleh program tersebut. Pemerintah berharap jumlah satuan pendidikan yang mendapat dukungan dapat terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Kalau sekarang kurang lebih ada 14 sekolah yang mendapatkan program ini, tahun depan akan ada lagi. Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga tahun ke depan semua sekolah di Tomohon sudah semakin baik,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota turut mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon yang telah memfasilitasi pelaksanaan Bimtek sebagai upaya memperkuat pemahaman para kepala satuan pendidikan sebelum menjalankan program revitalisasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Tomohon, Drs. Johny Runtuwene, DEA; Bunda PAUD Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, Dr. Dolvin Karwur, M.Kes., M.Si.; serta Plt. Inspektur Daerah Kota Tomohon, Dr. Jureyke Pitoy, S.H., M.Si.
Melalui pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan program revitalisasi PAUD dapat berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kota Tomohon.


