Tomohon,– Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon, Adrian J. Ngenget, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melunasi tagihan air bersih.
Menurutnya, hingga saat ini masih ada pelanggan yang belum sepenuhnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajiban pembayaran. Padahal, air yang didistribusikan PDAM melewati proses panjang sebelum sampai ke rumah warga.
Mulai dari pengolahan, pemeliharaan hingga distribusi, semua memerlukan biaya yang cukup besar. Karena itu, pembayaran tagihan menjadi sumber utama keberlangsungan pelayanan.
Adrian menjelaskan, PDAM menanggung banyak kebutuhan, termasuk pengolahan air menggunakan bahan kimia seperti kaporit dan soda ash.
“Ya, selain itu, pemeriksaan kualitas air rutin dilakukan di Laboratorium Kesehatan Manado setiap empat bulan sekali,” katanya.
Selain itu, PDAM juga harus melakukan pembersihan sumber air dari material longsor, pemeliharaan bronkap, hingga perbaikan dan penggantian pipa yang pecah.
“Reservoir juga dibersihkan secara berkala agar tetap terjaga kualitasnya dan tidak mengalami kebocoran,” tambahnya.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menanggung biaya perawatan mesin pompa, pembayaran listrik bulanan yang cukup tinggi, serta penggantian aksesori jaringan seperti RVR dan meter rumah.
Di sisi lain, hak pegawai berupa gaji dan BPJS turut menjadi tanggung jawab PDAM.
Perusahaan pun mengalokasikan dana untuk pemeliharaan aset lain seperti kendaraan operasional, peralatan kerja, bangunan, hingga inventaris kantor.
Semua kebutuhan ini, lanjut Adrian, membutuhkan partisipasi pelanggan melalui pembayaran tagihan tepat waktu.
“Kesadaran membayar tagihan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk dukungan bagi pelayanan air bersih yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon,” pungkasnya.


