Manado,— Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, menghadiri peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri”, yang diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, di TK Negeri 10 Manado, Selasa (21/4/2026).
Menteri Abdul Mu’ti tiba di Sulawesi Utara melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi dan langsung menuju lokasi kegiatan bersama Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti meresmikan sekaligus menyerahkan program revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP.
“Revitalisasi menjadi perhatian utama pemerintah. Tidak boleh ada sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak layak, termasuk fasilitas dasar seperti ruang kelas dan sanitasi,” ujar Abdul Mu’ti, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah berhasil merealisasikan revitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan secara nasional, melampaui target awal 10.440 sekolah.
Sementara pada tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan dengan tambahan 60 ribu sekolah sesuai arahan Presiden, sehingga total revitalisasi diproyeksikan mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Khusus di Sulawesi Utara, total revitalisasi mencapai 248 satuan pendidikan yang terdiri dari 247 sekolah dan satu unit sekolah baru.
Selain revitalisasi infrastruktur, Kemendikdasmen juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan melalui distribusi perangkat pembelajaran interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP).
Untuk Sulawesi Utara sendiri, distribusi perangkat tahun 2025 mencapai 3.760 unit yang disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan.
Abdul Mu’ti juga memaparkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan, termasuk percepatan sertifikasi guru, program PPPK, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga pemberian beasiswa bagi guru yang belum berpendidikan D4 atau S1.
“Program ini memberi kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik. Setelah lulus, mereka bisa mengikuti PPG dan memperoleh sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah mulai menerapkan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak. Bahkan, untuk pertama kalinya peserta didik TK akan menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450 ribu per tahun.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat di bidang pendidikan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh program ini berjalan optimal hingga ke tingkat satuan pendidikan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, Bupati Minahasa Selatan Frangky D. Wongkar, Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Plh Sekprov Sulut Denny Mangala, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, serta jajaran pemerintah daerah dan insan pendidikan se-Sulawesi Utara.


