oleh

Diduga Cabuli ABG, OKNUM Gembala di Desa Raanan Baru Dilaporkan

Diduga Cabuli ABG, OKNUM Gembala di Desa Raanan Baru Dilaporkan

Minsel, kawanuaterkini.co.id – Seorang oknum Gembala di salah satu gereja di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel) berinisial NW, resmi dilaporkan di SPKT Polres Minahasa Selatan atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap anak baru gede (ABG), korban wanita berinisial JW (15) warga desa Raanan Baru.

Menurut pengakuan JW kepada media, pada Jumat(3/9/2021),sebelumnya korban diajak tinggal di pastori,dan mendapat restu dari orang tua korban. Dengan berjalannya waktu korban mulai diperintahkan terduga pelaku untuk memijat tubuhnya dan korbanpun menurut tak menaruh curiga.

“Saya di ajak tinggal di pastori bersama keluarga gembala untuk membantu pekerjaan rumah di pastori, lama kelamaan saya mulai disuruh untuk memijit tubuh bapak gembala, dan pada suatu waktu saat pastori sepi, saya di suruh untuk memijat dia lagi, kali ini di dalam ruangan kamar disitulah bapak gembala mulai menanyakan soal bagaimana memperbesar payu dara, dia mengatakan jika ingin payudara besar harus sering di pijat bagian payu daranya, sontak dia langsung mengangkat pakaian yang saya kenakan dan langsung mempraktekan meremas payudara saya secara berulang ulang,”terang JW selaku korban.

Mengetahui dirinya telah dicabuli sang gembala, dirinya langsung mengaduhkan masalah yang menimpanya ke orang tuanya. Mendengar aduhan korban JW, orang tua korban tidak langsung mengaduhkan ke polisi karena masih mengingat nama baik sang gembala yang saat itu masi menjadi pimpinan gereja mereka.

Kurang lebih dua tahun berselang ketika sudah banyak korban kaum hawa yang diduga dicabuli oknum gebala NW, dan orang tuanya sudah keluar sebagai anggota gereja pelaku, barulah korban memberanikan diri untuk melapor peristiwa yang menimpanya di SPKT Polres Minsel, pada kamis(2/9/2021) dengan nomor LP: STTLP/B//296/IX/2021/SPKT/POLRES MINSEL/POLDA SULUT.

Pasal yang disangkakan kepada terduga pelaku pencabulan,UU No 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu no 1 tahun 2016 Perubahan atas UU no 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dengan denda baling banyak Rp.5000.0000.000,(Lima Miliard Rupiah).

Keluarga berharap Polisi segerah meringkus terduga pelaku pencabulan agar dibuat efek jerah.

Untuk diketahui, selain korban wanita JW, masih banyak lagi yang menjadi korban pencabulan yg di duga dilakukan oleh oknum gembala NW di Desa Raanan baru.

(Redaksi)

Terkini